Hampers Lebaran sudah menjadi bagian penting dari strategi corporate gifting. Selain sebagai bentuk apresiasi, hampers juga merepresentasikan citra dan profesionalisme perusahaan di mata klien, partner, maupun karyawan. Namun, dalam praktiknya, masih banyak perusahaan yang melakukan kesalahan saat memesan hampers Lebaran, terutama ketika mendekati peak season.
Agar proses corporate gifting berjalan lebih efektif dan berkesan, berikut beberapa kesalahan umum saat memesan hampers Lebaran untuk kebutuhan corporate yang sebaiknya dihindari.
1. Terlalu Menunda Pemesanan
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah memesan hampers Lebaran terlalu mendekati hari raya. Di periode ini, vendor hampers biasanya mengalami lonjakan permintaan yang tinggi, sehingga pilihan produk menjadi terbatas dan waktu pengerjaan semakin sempit.
Perencanaan lebih awal memberi perusahaan ruang untuk memilih hampers yang sesuai, memastikan ketersediaan stok, serta mengatur distribusi dengan lebih rapi.
2. Tidak Mempertimbangkan Kesesuaian dengan Penerima
Hampers Lebaran corporate sering kali diberikan kepada berbagai jenis penerima dengan latar belakang berbeda. Kesalahan yang kerap terjadi adalah memilih hampers tanpa mempertimbangkan karakter penerima, baik dari sisi kebutuhan, preferensi, maupun konteks hubungan bisnis.
Hampers yang relevan dan thoughtful akan terasa lebih personal dan meningkatkan kesan positif terhadap perusahaan.
3. Mengabaikan Elemen Branding Perusahaan
Banyak perusahaan melewatkan kesempatan untuk memperkuat brand melalui hampers Lebaran. Padahal, custom logo perusahaan pada kemasan, kartu ucapan, atau produk di dalam hampers dapat menjadi sentuhan sederhana namun berdampak besar.
Tanpa elemen branding yang tepat, hampers berisiko terasa generik dan kurang merepresentasikan identitas perusahaan.
4. Tidak Menyesuaikan Anggaran Sejak Awal
Kesalahan lainnya adalah tidak menentukan anggaran secara jelas di awal proses. Hal ini sering berujung pada revisi mendadak, pengurangan isi hampers, atau penyesuaian kualitas yang kurang ideal.
Dengan anggaran yang terencana, perusahaan dapat memilih konsep hampers Lebaran corporate yang seimbang antara kualitas, kuantitas, dan tampilan.
5. Kurang Memperhatikan Kapasitas Vendor
Tidak semua vendor memiliki kapasitas yang sama untuk menangani pesanan corporate dalam jumlah besar. Kesalahan dalam memilih vendor dapat berdampak pada keterlambatan produksi, ketidakkonsistenan kualitas, hingga kendala pengiriman.
Memilih vendor hampers Lebaran perusahaan yang berpengalaman dan terbiasa menangani kebutuhan corporate akan membantu meminimalkan risiko tersebut.
6. Menganggap Semua Hampers Harus Full Custom
Full custom memang memberikan kebebasan konsep, namun tidak selalu menjadi pilihan paling efisien. Untuk kebutuhan corporate dengan timeline terbatas, hampers ready to order dengan custom logo sering kali menjadi solusi yang lebih praktis tanpa mengurangi kesan eksklusif.
Memahami perbedaan antara ready to order dan full custom membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih tepat sesuai kebutuhan dan waktu yang tersedia.
Memesan hampers Lebaran untuk kebutuhan corporate membutuhkan perencanaan yang matang, bukan hanya soal memilih produk, tetapi juga strategi, timing, dan eksekusi. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, perusahaan dapat memastikan hampers Lebaran yang dikirimkan benar-benar mencerminkan profesionalisme dan perhatian terhadap relasi bisnis.
Bagi perusahaan yang ingin solusi hampers Lebaran corporate yang praktis dan berkelas, berbagai pilihan hampers dengan opsi custom logo tersedia melalui bynamu.id, sebagai bagian dari ekosistem gifting Namu Kreativa.